Tetesan hujan jatuh membasahi permukaan bumi
Semesta menangis, mengamuk,
Seolah ingin menghapus semua kepercayaan yang telah ternoda
Dalam dingin ia bertapa
Berusaha menyusutkan dirinya dalam balutan angin
Jembatan telah terputus
Terputus oleh kencangnya angin
Mematahkan pondasinya
Memutuskan talinya
dan menghancurkan setiap jalan pertapakan yang pernah disinggahi
Seketika rasa rindu telah hilang
Namun datang kembali
Tidak menentu
Rasa benci-pun mengiringi perjalanan
Namun rasa sayang tak pernah surut sedikitpun
Air hujan
Membanjiri seluruh lapisan dunia
Membawa jutaan syaraf tubuh meraung untuk berhenti bekerja
Tidak ada permohonan
Apalagi bantuan
Yang ada hanya sepotong kain
Yang sampai saat ini pun tak mampu
menyerap air hujan itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar