Sabtu, 22 September 2012

LOVE

"hidup tanpa cinta, bagai taman tanpa bunga", lagu dari Roma Irama itu menjadi pembahasan di setengah jam terakhir mata kuliah Introduction to Literature pagi itu. Ya, seorang teman, Phosa, yang ketika itu memamaparkan apa makna dari "keorisinilan, keartistikan, dan keidahan" dari sastra. Suasana kelas-pun menjadi ricuh seketika selama pembahasan itu berlanjut, terkecuali Hany, mahasiswi dari Thailand yang hanya tersenyum simpul antara paham dan tidak paham tetang pemnahasan itu.
Kembali ke lirik lagu tersebut, Phosa memaparkan bahwasannya "taman" itu diibaratkan sebagai hati dalam kehidupan. Dan apabila, "taman" itu tidak ada buganya, maka itu bukannlah "taman". Therefore, life without love is not life at all. But, notice! Love in here doesn't always mean love for fellow beings, but the most important thing is God. The love for God is real, true, and you will never be sold by auction even though He has many 'abdun (slave/hamba). Jadi, menanamkan cinta kepada Allah adalah hal yang paling penting di dunia ini. Konsepnya sih sama aja seperti mencintai sesama manusia, ketika kita sudah cinta kepada Allah maka kita pun juga aka rela melakukan apa saja agar kelak di akhirat kita bisa berada di sisiNya.
Well, I don't mean to give a tausiyah (hhe) because I'm also not as that pious but I'm trying and in the process of that. 

1 komentar: